Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email

Penyakit Hati Dalam Islam

Senin, 29 Juli 2013


Penyakit Hati Dalam Islam-Pada umumnya kalau kita mendapat penyakit jasad, jangankan penyakit berat baru batuk saja, menggigil sudah pergi ke dokter untuk berobat, tapi kebanyakan manusia kalau diserang penyakit hati rasanya adem ayem aja (biasa-biasa saja tidak merasakan dirinya terserang penyakit). Padahal menurut para ahli penyakit jasad itu hanya sebatas di dunia, (yang buta, yang pincang, yang tuli) itu hanya sebatas di dunia. Dimana mereka sudah kembali ke alam barzah/kubur, penyakit jasadnya tidak akan terbawa ke alam kubur, tetapi kalau penyakit hati dibiarkan ini bahaya. Kalau penyakit hati dibiarkan tidak diobati itu akan terus terbawa ke alam akhirat/kubur. tapi kebanyakan manusia tidak menyadari. Allah menyatakan : Kuu an fusakum wa ahliikum naaroo wakuduhannasu wal hijaaroh.... 
Kuu anfusakum artinya : Jaga dirimu sekalian. Ulama sufi menjelaskan, anfus artinya jiwa, yang harus dijaga itu bukan jasadnya saja tapi hatinya. Kuu anfusakum, roh kita yang harus dijaga. Pada umumnya menjaga badan jasmani sudah pada tahu, dimana lapar makan, dimana haus minum, itu kepentingan jasad (dingin pakai selimut, gerah pakai kipas, cape menempuh jarak jauh pakai kendaraan) kita semua sudah biasa menjaga jasad kita masing-masing. Tapi untuk kepentingan ruhani kita, dimana karena lapar karena tidak terasa laparnya ruhani, panas tidak terasa panasnya, dingin tidak terasa dinginnya maka jarang manusia yang menjaga anfus/jiwanya masing-masing.




http://polaberita.blogspot.com/2013/07/penyakit-hati-dalam-islam.html

Penyakit Hati Dalam Islam-Kita perhatikan Allah SWT menjelaskan di surat At-Taubah : Wa ammal ladziina fii kuluubihim marod... Adapun orang-orang yang didalam hatinya penuh dengan penyakit, kemudian penyakitnya itu dibiarkan berlalu tidak diobatinya tidak berusaha untuk mengobatinya, fazaadat hum rijsan ilaa rijsihim, maka penyakitnya akan makin bertambah-makin bertambah, makin bertumpuk-makin bertumpuk. Wa maa tuuwahum kaafirun, akhirnya ia mati dalam keadaan kafir. Na udzubillah. Kita harus takut dengan ancaman Allah. Jangan dianggap sepele, penyakit hati dibiarkan bukan akan sembuh, tapi makin bertumpuk makin bertambah dan akhirnya mati dalam keadan kufur.

http://polaberita.blogspot.com/2013/07/penyakit-hati-dalam-islam.html

http://polaberita.blogspot.com/2013/07/penyakit-hati-dalam-islam.html






Allah SWT menjelaskan : laa yastawii ashaabunnaar wa ashaabul jannah, ashaabul jannati humul faa-izuun. Tidak sama ahli neraka dengan ahli surga, ahli surga itulah orang-orang yang akan mendapat bahagia, orang-orang yang akan mendapat keselamatan. Jangan dianggap sepele.



Semoga hati kita selalu terjaga,Amin ya Robal a'lamin.
Demikian artikel Penyakit Hati Dalam Islam ini yang mampu kami rangkum,kami ucapkan terima kasih.






0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © -2012 Kumpulan Berita Anda All Rights Reserved | Template Design by Dunia Perpustakaan | ASIA BUILDING